Kamis, 29 Januari 2009

HKG PKK KB Membawa Perubahan Kehidupan Bermasyarakat

Wako Suir Syam Saat pembukaan acara PKK di Kelurahan Koto Panjang




Padang Panjang, pemburu berita

Dilihat dari Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, Kesehatan dan KB aspek perencanaan strategis, selama periode 2003-2008, dikota Padang panjang yang bersendikan tiga pilar utama yakni Pendidikan, Ekonomi Kerakyatan dan Kesehatan telah membawa perubahan yang sangat baik tehadap kehidupan masyarakat, terutama dalam peningkatan pelayanan dasarujar Wako Suir Syam dalam kata sambutan pada acara pembukaan acara Penilaian Hari Kesatuan Gerakan PKK, Keluarga Berencana, Kesehatan (HKG-PKK-KB-KES) tingkat Propinsi Sumater Barat di Kelurahan Koto Panjang rabu ( 21/1).

Lebih lanjut Wako menjelaskan , PKK dapat dipandang dan diposisikan sebagai ujung tombak dalam mendidik, mencerdaskan, menyehatkan dan mensejaterakan keluaraga, berbagai program telah mampu mendorong berbagai bentuk usaha dalam memperdayakan maupun pembinaan masyarakat keluarga.

Dalam kaitan ini, setidaknya ada tiga komponen program utama yang cukup sukses diembanya. Program pemberdayaan kesejateraan keluarga yang meliputui kelompok dasa wisma dan revitalisasi posyandu. program keluarga berencana, pemberdayaan keluarga, penguatan kelembagaan dan jaringan keluarga kecil, pendataan keluarga dan program peningkatan partisipasi kaum Pria. Program bidang kesehatan, meliputi usaha pembangunan lingkungan sehat dan perilaku sehat, pencegahan dan pemberantasan penyakit, kesehatan keluarga dan gizi kesehatan ibu dan anak.

PKK membangun semangat kebersamaan dan jiwa kegotongroyongan masyarakat semuan itu tentunya telah memberikan kontrubusi yang sangat berharga bagi upaya percepatan pembangunan daerah, hal ini patut dibanggakan dan diberi apresiasi tersendiri, kata Wako Suir Syam. (ce)

Pemko Padang Panjang Serius Mengurus Sektor Pariwisat

Suasana Mifan yang makin di minati msyarakat luar dan dalam Kota

Padang Panjang, Pemburu berita sejati

Pemerinta Kota Padang Panjang makin serius mengurusi sektor pariwisata, salah satu upaya dengan rencana membangun stasiun mini atau stoplat dikawasa wisata Minang Kabau Village (MKV) kini tengah trend dikenal dengan Mifan (Minang Fantasi) di Silaing Bawah Kota Padang Panjang.

Data yang terakhir diperoleh dari Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) Kota Padang Panjang menunjukkan realisasi PAD 2008 mencapai Rp 13,8 miliar, angkah ini diperoleh dari berbagai item pemasukan yang sudah ditentuka Pemkot, salah satunya pajak hiburun Rp 551,7 juta dimana Rp 545,8 juta diantaranya diperoleh dari objek wisata Minang Fantasi (Mifan).

Guna menyikapi itu Setdako Padang Panjang Drs. H. Nafriady, M.Si melakukan kunjungan kelapangan minggu lalu di lembah pinggir lokasi Mifan atau persisnya di belakang Kantor Dinas Porbudpar dikawasan wisata tersebut akan dibangun stoplant guna menghubungkan terminal mini kereta api berupa jembatan menuju Mifan.

Menurut Nafriady” dibangunya terminal mini atau stoplant kereta api wisata ini lebih memudakan akses masyarakat dari luar Padang Panjang seperti Padang, Lubuk Alung, Secicin, Kayu Tanam, dan Kota Pariaman dan Kabupaten Pariaman sebagai daerah tetangga.

“Ini merupakan sala satu daya tarik tersendiri untuk menghadirkan dan memanjakan pengunjung berwisata ke Padang Panjang. Selain menghindari kemacetan berlalulintas kendaraan dari arah Padang menuju Padang Panjang dengan menaiki kereta api wisata plus biaya ongkos perjalanan yang terjangkau oleh masyarakt” jelas Setdako.

Untuk pembiayaan pembangunan stoplant itu, lanjut Nafriady, akan dibebankan pada anggaran APBD dan didukung partisipasi dari PT.KAI. Kebutuan perencanaan ini dianggap cukup mendesak sekali kerna dilihat antusias masyarakat sangat tinggi berkunjung ke Padang Panjang namun berimbas pada tingkat kemacetan yang cukup tinggi menuju Padang Panjang dan didalam Kota Padang Panjang sendiri.

Pada kunjungan itu Setdako didampingi Kepala Dinas PU H. Maisul, ST.MM, Kepala Dinas Porbudpar (Pemuda Olaraga Budaya dan Pariwisata) Kota Padang Panjang Drs. Zulkarnain Harun, M.SI, menurut Zulkarnain” kita patut acungkan jempol kesukses MKV yang dikenal dengan Mifan, sebagai wisata keluarga yang paling banyak dicari saat ini, terlihat dari pengunjung yang datang ke Mifan tak hanya dari Sumbar terutama saat musim liburan panjang, ini jelas satu langkah ekonomi saling menguntungkan telah dihadirkan pengelolah Mifan untuk masyarakat Kota ini” ujarnya

Bahkan Bang Bukopin berani berinvestasi, kerna Mifan memiliki potensi yang besar, Direktur Komersial PT.Bang Bukopin Tbk, Mikrowa Kirana mengungkapkan, pihaknya siap menguncurkan keridit meliaran Rupia lagi” Kalau Pak haji Nelson mengajukan proposal lagi, kita langsung mempelajari. Kalau memang mendukung pekembang Mifan ya kita siap mendanai,” ujarnya. (ce)

APBD Kota Padang Panjang T.H 2009


Ketua DPRD Padang Panjan Drs,H.Hamidi Labai Sati Menandatangan APBD T.A 2009

di saksikan Wako Dan Wawako Suir Syam dan Edwin



Padanga Panjang, Sang Pemburu Beriata

Fraksi Golkar menyatakan, agar APBD Kota Padang Panjang Tahun Anggaran (T.H) 2009 dapat menjawab persoalan yang terjadi dimasyarakat, sebab kebijakan yang telah dilahirkan eksekutif dan legislatif sedang ditunggu.

Perseolan yang perlu dijawab berkaitan kepekaan terhadap kondisi lingkungan, pemeliharaan moral masyarakat, keterbukaan fikiran, mendengar, mempelajari, menterjemahkan suara masyarakat banyak Gambaran kondisi kekinian itu, diyakini duet kepemimpinan Walikota dr,H, Suir Syam M,Kes, MMR, dengan Wakil Walikota Ir,H,Edwin Sp, akan mampu menjawab dengan berpihak pada peningkatan kesejateraan masyarakat.

Fraksi Golkar terdiri dari Drs.Fathoni Rasyid, H,Desfa Remindo, SH, Alva Ernersi S,Pd, H.Yohanis Tamin,SH, H, Akyar Syafnur Dt.Bagindo, Suardi, Batlimus, Darisman Amd,Pd, denagan juru bicara Novi Hendri Dt.Bagindo Saidi SE,Msi, menyatakan pendapat akhirnya pada persetujuan APBD Padang Pajang T.A 2009 di gedung dewan di Kampung Jambak Guguk Malintang, Jumat pekan dulu.

Bagian lain Fraksi Golkar menorekan rekomendasi untuk 14 SKPD, yakni Dinas Pendidikan yang memperoleh anggaran 23 persen sebesar 73 miliar lebih pada APBD T.A 2009, mempersiapkan wajig belajar (Wajar) 12 tahun dengan matang. Artinya dengan wajar 12 tahun masyarakat terlayani seutuhnya, memberikan apresiasi prestasi pendidikan yang dicapai sampai bertaraf internasional, sembari mengingatkan perhatian penuh pada sekolah ddibawa naungan Depag, termasuk sekolah non pormal lainnya.

Bidang kesehatan, menfokuskan peningkatan pelayanan, kondisi DKK, RSUD semakin solit, untuk pertanian Fraksi Golkar menolak pembibitan lobster, penundaan revitalisasi mesin pateurisasi dialikan pembilian mesin mininya, menyetujui pendirian pondok pertemuan kelompok tani.

Pada Dinas KUKM Perdagangan dan Perindustrian, setuju pembangunan kluster kulit, master plan pasar sayur, dikordinasikan dengan DPRD, untuk Dispora peningkatan anggaran pembinaan pasambahan, randai, silek, pemberdayan KAN, mendesak perbaikan GOR Banca Laweh, Disnaker, pemberdayaan masyarakat, perempuan, KB, program terarah terkoordinasi, sedangkan Dinas Capil, Kependudukan, terkait pendataan keperluan pemilu 2009 gawainya KPU.

Dinas Perhubungan, Pasar, Satpol Pamongpraja, mengatasi kesemrautan pasar, lalu lintas, penuh tanggung jawab, khusus Inspektorat Kota, evaluasi, kebutuhan SKPD, Optimalkan standar analisa biaya setiap Rencana Kerja Anggaran (RKA) tutur Novi. (ce)

DARI SIDANG KOMISI FATWA III MUI SE-INDONESIA

Peserta Sidang Komisi Itima Beesama Wako Suir Syam

Padang Panjang, pemburu berita

Setelah melalui perdebatan panjang dan alot melibatkan seluryh peserta siding komisi pada Ijtima, Ulama Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MIU) ke-III se Indonesia di aula Diniyyah Puteri Padang Panjang, Minggu (25/1), akhirnya melahirkan beberapa putusan siding diantaranya tentang hokum merokok, golput dan senam yoga.

Sebelumnya, seluruh peserta yang terbagai dalam empat komisi A, komisi B- 1, komisi B-2 dan komisi C secara bergantian menyampaikan pendapat akhir dari hasil siding komisi masing-masing pada pembahasan akhir dari hasil siding komisi masing-masing pada pembahasan akhir yang dipimpin ketua siding KH. Ma,ruf Amin.

Penyampaian pendapat-pendapat akhir dari masing-masin siding komisi dalam siding tersebut diwarnai banyak intrupsi, protes, komplain bahkab protes dari peserta lainnya sehingga perdebatan sengitpun tidak mampu dielakan para kaum alim ulama dari berbagai penjuru negeri tersebut.

Dari berbagai pembahasan, ternyata masalah larangan merokok paling banyak mendapat perhatian dan menui protes, bahkan wartawan yang juga meliput jalanya siding turut angkat suara meski akhirnya tidak diperkenakan para majelis kerna siding ini memang tertutup untuk kalngan umum.

Sekretaris siding komisi B-1, Dr. H. Hasanuddin, M. Ag yang membidangi pembahasan masalah rokok ini menyampaikan beberapa hasil keputusan akhir muzakarah peserta siding yang antara lain pada intinya terdapat perbedaan pendapat tentang hokum rokok. “Seluruh peserta siding dari komisi B-1 berbeda tingkat pendapat tentang larangan merokok, sebagaian menyatakan haram dan sebagai mengatakan makruh dengan argumentasi terlampir” ,ujar Hasanuddin.

Namun walau pada hakekatnya dari jumhur (mayoritas peserta siding-red) komisi B-1 menyatakan bahwa keputusan hokum merokok adalah haram, lebih lanjut Hasanuddin mewakili peserta mengatakan sepakat untuk memberikan amanah atau menyerahkan putusan akhir pada Majelis Ulama Indonesia pusat untuk menetapkan fatwa haram makruhnya merokok tersebut.

Selanjutnya tim perumus mengajukan rekomendasi kepada MUI pusat untuk menjatukan hokum larangan merokok ini menjadi haram, namun dalam inplementasinya dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan situasi dan kondisi daerah masing-masing. “ Dari pendapat yang disampaikan melalui catatan tertulis walaupun bukan persentase dari seluruh peserta, ditemui sebanyak 34 orang berpendapat haram dan 6 peserta menyatakan makruh”, lanju Hasanuddin.

Mereka yang tergabung dalam tim perumus pada komisi B-1 ini antara lain adalah selaku ketua Dr. KH. Anwar Ibrahim, MA, Wakil Ketua Prof. Dr. HM. Amin Suma, MH, sekretaris Dr.H. Hasanuddin, M.Ag, H.Gusrizal Gazahar, Lc, M.Ag termasuk Prof. Dr. H. Fauzan Elmuhammady selaku tuan rumah pondok pesantren Diniyyah Puteri dan sejumlah anggota dari MUI pusat dan daerah lainnya.

Sementara itu pimpinan ketua/presidium yang juga merangkap pemateri, KH.Ma,ruf Amin dalam jumpa pers usai siding menyampaikan beberapa keputusan akhir fatwa MUI. Ma’ruf menjelaskan, ada 10 masalah yang diputuskan pada siding fatwa kali ini, Komisi B-1 membahas masalah merokok, Zakat, Wakaf, Bank Mata, sementara itu komisi B-2 berkenaan masalah pernikaan dini, makanan halal, senam yago, Vasektomi dan Tubektomi.

“Khusus masalah rokok, kita sepakat ada dua hal, yaitu dalam pengertian diantara haram dan makruh, artinya tidak ada yang membolehkan, menyunatkan apalagi mewjibakan”, jelas Ma’ruf. Namun Ma;ruf juga menegaskan bahwa siding sepakat untuk mengharamkan rokok dengan beberapa criteria yaitu apabila merokok ditempat-tempat umum, merokok untuk dibawah umur dan merokok untuk wanita hamil.

Terakhir Ma’ruf dengan tegas mengatakan bahwa rokok juga haram kepada seluruh jajaran pengurus MUI. “Kita akan tentukan sangsi bila ternyata ada pengurus MUI yang kedapatan merokok menimal peringatan”, ancamnya. (ce)

Dari Hasil Kunlap

Tumpuk jagung yang dibuang dibelakang gudang Dinas

Pertanian Kota Padang Panjang


Padang Panjnag-sang pemburu berita

Setalah kunjungan lapangan (Kunlap) , seluruh Anggota DPRD Kota Padang Panjang menggelar rapat kerja gabungan komisi bersama jajaran Pemko di Gedung Dewan Kampung Jambak Guguk melintang Rabu (12/11)

Komisi I Bidang Pemerintahan dan Aparatur serta Komisi II Bidang Ekonomi Keuangan DPRD Kota Padang Panjang bersama. Rombongan Komisi yang ditugasi ketua DPRD Drs,H, Labai Sati, turun kelapangan (turlap) diikuti H, Nasrullah Nukman, SH, Desfa Reminda, SH, ( komisi I ) Novi Hendri,Dt, Bagindo Saidi, SE,Msi, Abrar Dt, Nan Balimo S,Ag, Drs, Batlimus, Suardi, H, Eko Furqani SE,, MM. dan. Staf Sekwan Indrayadi

Rapat yang cukup alot dipimpin Ketua DPRD, Drs.H. Hamidi Labai Sati di dampingi Wakil Ketua Drs.Fathoni Rasyid,H. Akhyar Syafnur Dt. Bagindo, sedangkan Pemko dikoordinir Wawako Ir.H. Edwin.Sp, didampingi Sekko Ir.H.Nafriady Hamdi,M.Si, Kepala SKPD sekota Padang Panjang.

Rapat kerja hangat membicarakan hasil kunlap Komisi I dan II saat melakukan kunjungan mendadak ini temukan kejanggalan Proyek fisik kolam ikan, pagar lingkungan pada Balai Benih Ikan (BBI). Pengadan alat-alat pertanian yang tidak bermamfaat dan terkesan rugikan Negara.

Namun kunlap ini tidak membuat Dinas Pertanian ini semakin jerah untuk melakun pebuatan yang merugikan uang negara, bahkan tumpukan barang ditemukan oleh Anggota DPRD Kota Padang Panjang ini, diduga dilenyapkan dan dibuang, seperti jagung yang suda lama dibuang- buang saja dibelakang gudang dan pengadaan barang baru tertumpuk rapi kembali didalam gudang di Dinas Pertanian Kota Padang Panjang ini. (ce)

Empat Jorong Kanagarian Surian

Masyarakat Dari Empat Jorong Sedang Membahas

Wada Ekonomi Sosial dan Masyarakat


Solok-sang pemburu berita

Berlandaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan dan rasa kebersama 4 (empat) Jorong Kanagarian Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok, yang dulu dikenal dengan Desa Tabua Gadang akhirnya sepakat, dirikan Koperasi sebagai badan usaha dalam melaksanakan kegiatan yang mengorganisir pemafaatan dan pendayagunaan sumber daya yang bisa mengangkat taraf ekonomi masyarakat di empat Jorong ini ujar Ketua Kopersi yang terpili, Asion Kanedy

Ketika di kunjungi koran ini.

Koperasi yang didirikan empat Jorong pada hari jum,at 26 Desember 2008 di Gedung Taman Kanak - Kanak Gaduang Surian.Dengan kesepakatan Pengurus sementara yang terpili sebagai Ketua, Asion Kanedy, dari Jorong Tampat, Wakil Ketua, Efendi, dari Jorong Kulemban

Sekretaris, Syharisal dari Joron Suliti dan Bendahara Mon Surya dari Jorong Gadung dengan Anggota Rapat, Koperasi diberi nama Koperasi Usaha Bersama (KUB).

Pendirian Koperasi Usaha Bersama ini langsung di pandu oleh Lapenkopwil dan Lapenkopda Sumatera Barat, Budiman, yang diwakili oleh, Rifnaldi, dari Lapenkopda Padang Panjang yang juga pendiri Kopersi Primkop APKL didirikan 2004, sekarang dikenal dengan Kopersi Serba Usaha Pedagang Sejahtera Mandiri ( KSU - PSM ).

Turut hadir dalam acara pendirian Koperasi Usaha Bersama ini, dari Toko masyrakat dan 40 ( empat puluh ) orang dari empat jorong yang berkaitan, dalam kata sambutannya, St. Marajo Suhur, selaku orang tua di empat jorong ini mengatakan” program ini sangat baik sekali dan mendukung penuh, cuma perlu diingat jangan kerna ada kepentingan seseorang wada ini baru berjalan tapi pupukla rasa kebersamaan yang tinggi dan solidaritas yang kokoh, saya yakin apa bila rasa ini kita jaga, kita akan solid “ katanya di aminkan oleh H. Am, orang tua di empat jorong ini juga.

Semantara dari Toko masyarakat Azi Warman, S.Ag dalam kesempatan ini juga berharap” dengan berdirinya sebuah wada Koperasi Usaha Bersama ini nantinya diharpkan bisa mengangkat taraf ekonomi masyarakat, cuma saya berharap Koperasi Usaha Bersama hendaknya nanti benar – benar bisa berperan mengangkat ekonomi rakyat yang mandiri sesuai dengan nama Koperasi, dan mempersiapkan Plening kerja baik jangka pendek maupun jangka pajang dan memberikan rasa memiliki kepada seluru anggota koperasi, juga menjalin hubungan yang harmonis dan menanamkan rasa kepercayaan kepada Pengusaha yang akan berinvestasi ke Nagari ini khususnya Kecamatan Pantai Cermin” harapnya. Sementara dari Lapenkop Rifnaldi juga berharap Koperasi Usaha Bersama ini akan menjadi percontoan nantinya seperti Koperasi Serba Usaha Pedagang Sejahtera Mandiri Kota Padang Panjang. ce)

Awalnya UPPKS Sejatera Kini Menjadi

Agam-SP Pengurus UPPKS Sejatera berhasil jadikan Koperasi Sejatera Abadi

Dari Kanan Ket. Nur Anif Kiri Bend.Deswita serta Plakat pengargaan UPPKS

Terbaik I Tingkat Provinsi Sumbar Dan Terbaik II Tingkat Nasional

Padang Panjang- sang pemburu berita

Dengan modal dasar Rp, 400 ribu Kelompok Sejatera dibawa binaan BKKBN berhasil mendirikan Koperesi Sejatera Abadi yang awalnya beranggota 18 orang. Keberhailan Koperasi Sejatera Abadi terbukti medapat penghargaan terbaik I Kader/Kelompok UPPKS tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2006, Keluarga Bekualitas Harganas XIII tahun 2006 terbaik II Pengelolahan UPPKS tingkat Nasional.

Koperasi Sejatera Abadi berdiri 20 Juni 2000 pada awalnya beranggota 18 orang hanya modal Rp, 400 ribu dengan simpanan pokok hanya Rp,5000 dan simpanan wajib Rp3000, kini menjadi motor ekonomi masyarakat di Jorong Bonjo Kanagari Panampung Kec. Ampek Angkek Kabupaten Agam. Dalam jangka waktu hanya 8 tahun koperasi Sejatera Abadi telah mempunyai modal Rp, 400 juta dengan beranggota 138 orang.

Sayangnya koperasi Sejatera Abadi tidak perna mendapat bantuan danah pinjaman lunak walaupun sudah perna di ajukan oleh pengurus” bahkan ampir setiap tahun kita mengajukan proposal agar mendapat pinjaman lunak dari Koperindak” tutur Nur Anif, Ketua koperasi Sejatera Abadi sewaktu di kunjungi wartawan Koran ini 5/1.

Lebi lanjut Nur Anif juga menjelaskan” koperasi ini suda sah berbadan hukum pada tahun 2003.

Sewktu Hadi Surya, SH pembina Kopersi Sejatera Abadi dari Koperindak dihubungi melalui telpon celuler membenarkan UPPKS ini telah menjadi koperasi yang berbadan hukum” ini adalah satu hadia dari Koperindak kerna keberhasilan yang di capai bahkan kita suda menambah modal awal 5 juta rupiah” lebih lanjud Hadi juga menjelaskan, UPPKS ini walaupun telah menjadi Koperasi, BKKBN tetap memberi pembinaan, ini terbukti dari keberhasilan kelompok ini merahi penhargaan Kader/Kelompok UPPKS tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2006, Keluarga Bekualitas Harganas XIII tahun 2006 terbaik II Pengelolahan UPPKS tingkat Nasional.

Walaupun UPPKS Sejatera Abadi sekarang telah berkembang menjadi koperasi yang sukses yang dulu hanya bermodal Rp,400 ribu sekerang telah mendekati angka ½ miliar berkat binaan, Koperindak dan BKKBN dan Kabupaten Agam, namun bantuan dari Pemerinta tetap diharapkan, tutur Deswita. (rifnaldi